Tampil Anggun Berkebaya di Hari Kartini, Srikandi PLN NP UP Tenayan Lestarikan Budaya di Lingkungan Pembangkit

Para karyawati yang tergabung dalam komunitas Srikandi tampil istimewa dan anggun dengan balutan busana tradisional kebaya (Humas PLN Tenayan)

 

 

 

 

 

PEKANBARU – Suasana berbeda tampak menghiasi lingkungan kantor PT PLN Nusantara Power Unit Pembangkitan (UP) Tenayan. Dalam rangka memperingati Hari Kartini, para karyawati yang tergabung dalam komunitas Srikandi tampil istimewa dan anggun dengan balutan busana tradisional kebaya, Kamis (23 April 2026).

 

Penggunaan kebaya di lingkungan kerja ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan wujud penghormatan mendalam terhadap perjuangan R.A. Kartini sekaligus upaya nyata melestarikan warisan budaya Indonesia di tengah industri energi yang modern dan dinamis.

 

Meskipun berkarya di sektor teknis pembangkitan listrik yang identik dengan kedisiplinan dan ketelitian tinggi, para Srikandi tetap mampu menampilkan sisi keanggunan serta jati diri sebagai perempuan Indonesia. Kehadiran mereka dengan busana adat menciptakan harmoni yang indah antara kearifan lokal dengan profesionalisme kerja yang modern.

 

Peringatan ini juga bertujuan menumbuhkan kembali semangat Kartini dalam diri setiap insan pekerja, yaitu semangat untuk terus maju, berinovasi, dan membuktikan bahwa perempuan memiliki peran yang sangat strategis dalam mendukung keandalan energi nasional.

 

Manager UP Tenayan, Khoirul Huda, memberikan apresiasi penuh terhadap kreativitas dan semangat para Srikandi dalam merayakan momen bersejarah ini.

 

"Momen Hari Kartini dengan busana kebaya ini menjadi simbol bahwa perempuan di PLN Nusantara Power UP Tenayan tidak hanya andal dan tangguh secara profesional, tetapi juga tetap menjaga akar budayanya. Kami sangat bangga memiliki Srikandi-srikandi hebat yang menjadi aset penting bagi perusahaan," ujar Khoirul Huda.

 

Sementara itu, salah satu perwakilan Srikandi mengungkapkan bahwa mengenakan kebaya memberikan rasa bangga tersendiri.

 

"Kebaya ini mengingatkan kami bahwa sebagai perempuan modern, kami memiliki kekuatan untuk berkontribusi di bidang apa pun tanpa melupakan jati diri dan semangat perjuangan Ibu Kartini," pungkasnya.

 

 


[Ikuti Siberone.com Melalui Sosial Media]



Tulis Komentar