Kadis Koperindag Inhil Respons Cepat Kenaikan Harga Ayam dan Daging
Pastikan Arus Mudik Aman, Kapolres Inhil Cek Pos Pelayanan dan Pengamanan
Dorong UMKM dan Syiar Islam, Ramadan Fair Inhil 2026 Berlangsung Meriah
Takbir Milik Bersama: Merawat Kebersamaan di Atas Kepentingan Kelompok
Antisipasi Gangguan Kamtibmas, Polsek Kateman Tingkatkan Patroli Pelabuhan
Meriahkan HUT RI ke-77, Sanggar Mekar Sari Temanggung Tampilkan Kesenian Topeng Ireng
SIBERONE.COM - Kesenian topeng ireng yang berkembang di daerah Jawa Tengah salah satunya di Kabupaten Temanggung, atau yang dikenal masyarakat setempat Tari Dayakan yang merupakan nama lain dari topeng ireng. Seni kreasi topeng ireng sangat diminati oleh masyarakat Kabupaten Temanggung untuk acara kegiatan daerah.
Dalam mengisi acara HUT RI yang ke 77, Sanggar Mekar Sari pimpinan Juwadi mampu tampil memukau di panggung megah Kecamatan Candiroto Kabupaten Temanggung. Jumat (26/8/2022).
Juwadi menjelaskan bahwa topeng ireng merupakan sebuah tarian kreasi hasil kesenian masyarakat yang sering dipertunjukkan saat acara-acara daerah.
"Tarian topeng ireng adalah tarian rakyat kreasi baru yang merupakan hasil metamorfosis dari kesenian Gandul muslim. Namun, berdasarkan cerita yang beredar di masyarakat Kesenian topeng ireng mulai berkembang di tengah masyarakat Lereng Merapi Merbabu dan sumbing pada tahun 1960an," jelasnya.
Selain itu, Juwadi juga memaparkan ciri khas yang ada pada topeng ireng atau tari dayakan.
"Perbedaan pada kostum kesenian tradisional hanya menggunakan celana kolor dan rompi saja. sedangkan yg medern menggunakan kostum berupa pakaian setengah Dayak dan setengah Indian perpaduan antara kesenian tradisional yang kemudian dikembangkan menjadi tarian modern," papar Juwadi.
"Pada bagian topi menggunakan bulu-bulu yang dihias indah, kaos ketat yang dilengkapi dengan Rencong-rencong dan manik-manik. Gerakannya juga tidak kalah energik dengan kebudayaan klasik," lanjutnya.
Budaya dayakan atau topeng ireng menceritakan perjuangan seorang Pertapa untuk membuka lahan hutan dijadikan tempat pemukiman di mana di hutan tersebut terdapat manusia rimba. Seorang Pertapa tersebut melawan para Manusia Rimba dan mendidik mereka untuk hidup sebagai manusia biasa. Mengajak mereka membuka hutan membuka lahan pertanian dan mendidik beladiri. kekompakan tarianya adalah hal yang paling dicari oleh para penari topeng.
Adapun pelatih/instruktur kesenian dayakan tersebut yaitu Rizky dan Danar yang berasal dari Desa Kauman RT 01 RW 2 candiroto.
Wartawan: Sholikin




Berita Lainnya
Baru 2 Bulan Berdiri, Sanggar Tari Sarah Tampil Perdana Tari Persembahan di Hadapan Camat dan Lurah
Danau Bungara Jadi Wisata Baru di Aceh Singkil
Destinasi di Pesisir Sumatera Timur, Temukan Budaya Berselancar di Atas Lumpur Ala Suku Duanu
Era Zaman Now, Pemuda Kecamatan Enok Masih Menjaga Budaya Gotong Royong
Kirab Pusaka Tombak Abirawa Meriahkan HUT ke-55 Kabupaten Batang
Wisata Alam Virtual di Masa Pandemi
Baru 2 Bulan Berdiri, Sanggar Tari Sarah Tampil Perdana Tari Persembahan di Hadapan Camat dan Lurah
Danau Bungara Jadi Wisata Baru di Aceh Singkil
Destinasi di Pesisir Sumatera Timur, Temukan Budaya Berselancar di Atas Lumpur Ala Suku Duanu
Era Zaman Now, Pemuda Kecamatan Enok Masih Menjaga Budaya Gotong Royong
Kirab Pusaka Tombak Abirawa Meriahkan HUT ke-55 Kabupaten Batang
Wisata Alam Virtual di Masa Pandemi