SIBERONE.COM - Musda Keluarga Besar Putra Putri (KBPP) Polri Riau ke IV berlangsung di Aula Zapin Kamis, (22/10/20). Diawali dengan arahan Dari Pilhak Kepolisian Daerah dan juga dilanjutkan oleh Struktur Pengurus Pusat Dalam kegiatan ini Bimo Sebagai Ketua umum pusat KBPP Polri.

Awal acara berlangsung kondusif sampai dengan memasuki proses sidang tata tertib tiba-tiba diwarnai kericuhan dari anggota KBPP Polri Riau yang ada di lokasi Acara. 

Kericuhan tersebut dikarenakan pihak pimpinan sidang dengan secara sepihak dan dengan terburu buru mengesankan setiap bab dari tata tertib tersebut. Hal itu diungkapkan langsung dari anggota yang protes. 

"kepada pimpinan sidang diharapkan bisa memberi waktu kepada peserta untuk menganalisa dan juga memberikan Tata tertib kepada peserta, jangan dengan cara sepihak memutuskan per bab dengan terburu buru dan juga banyak peserta yang tidak dibagikan tata tertib" ucap salah seorang yang protes 

Namun hal itu tidak juga di tanggapin oleh pimpinan sidang sehingga proses sidang dilanjutkan. 

Kericuhan terjadi lagi dan meminta untuk sidang ditunda sampai ada kesepakatan pihak SC membahas tata tertib tersebut. 

Disela sela itu seorang yang ditunjuk sebagai SC yang Bernama Yusuf memberikan protes kepada OKK Pengurus Pusat karena menurutnya Tata Tertib tidak Sesuai Dengan Pembahasan Sebelum Pihak yang Ditunjuk Sebagai SC (steering Commite). 

" yang terhormat Kepada Ketua OKK kita yang dari Pengurus Pusat abangda kita Ade untuk bisa menganalisa Tata Tertib Kita karena Didalam susunan SC yang sudah ditunjuk mempunyai dua Format Tata Tertib dan di dalam susunan SC Selama  ini juga tidak ada pembahasan Tata Tertib. Oleh karena itu kita minta Abangda Ade untuk Membuat Keputusan" ucap Yusuf dalam acara tersebut

Seketika itu juga ketua SC Adi Roemin berjalan keluar ruangan dengan sempoyongan seperti orang yang sedang jatuh sakit dan berdasarkan informasi dilarikan ke rumah sakit. 

Ditengah tengah itu juga wira anugrah yang juga bagian dari susunan SC juga mengajukan protes sambil membawa contoh format Tata tertib yang ada dua versi sambil mengajak seluruh yang hadir dalam acara itu untuk walk out dengan alasan sidang tidak sah. 

" kami punya dua versi tatib yang berbeda dan dalam hal ini tatib tersebut tidak pernah dibahas sesama susunan SC disini sudah terjadi ketimpangan, saya menarik diri dari sidang ini" ucap wira dengan nada tinggi sambil mengajak seluruh orang yang ada di dalam tersebut. 

Perlu diketahui berdasarkan informasi yang diterima, kepengurusan panitia Sterring Commite ada 2 kelompok dan masing masing kelompok tidak ada koordinasi pembahasan sehingga terjadi perdebatan antara 2 kelompok tersebut

Sidang berlangsung ricuh walau diadakan di aula Zapin Mapolres Pekanbaru, ada dua kandidat dan quorum lebih dominan kepada Kandidat Iwan kepala BPN Kampar anak Polisi juga sebagai ketua KBPPPOLRI dan Rival nya Ridarman alias Ucok, KETUM Bimo dan Okk pusat sdr Eka mengambil alih MUSDA dengan mengatakan memiliki kewenangan dalam hal ini, membuat kecewa seluruh peserta yang lebih 80  persen memilih Iwan.


[Ikuti Siberone.com Melalui Sosial Media]



Tulis Komentar