Forum Komite SMP Negeri Pekanbaru Bahas SPMB TA 2026/2027, Dengar Aspirasi dan Masukan Komite Sekolah

Forum Komite SMP Negeri Pekanbaru Bahas SPMB TA 2026/2027, Dengar Aspirasi dan Masukan Komite Sekolah

SIBERONE.COM - Forum Komite SMP Negeri Kota Pekanbaru menggelar pertemuan guna membahas proses Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran (TA) 2026/2027, Rabu (24/6/2026) di Ballroom Hotel Resty Menara Pekanbaru. Pada pertemuan itu juga turut dibahas evaluasi dan masukan terhadap mekanisme siswa baru sembari mendengar aspirasi dari perwakilan komite SMP Negeri di Kota Pekanbaru.

Turur hadir Ketua Komite SMP Negeri Pekanbaru, Ir Nofrizal MM, Kepala Balai Penjamin Mutu Pendidikan (BPMP) Riau, Dr Nilam Suri, Ketua DPRD Pekanbaru, Isa Lahamid dan Plt Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Pekanbaru, Dr Alek Kurniawan.


Kepala BPMP Riau, Dr Nilam Suri mengungkapkan, minat masyarakat untuk menyekolahkan anak di sekolah negeri, sangat tinggi. Namun, hal itu tak sebanding dengan jumlah SMP Negeru yang tersedia.

Alhasil, muncul fenomena calon siswa yang masuk lewat jalur belakang atau lebih dikenal SPMB Jilid  2. Ditegaskan Nilam, BPMP Riau tidak setuju dengan sistem jalur belakang ini, termasuk siswa-siswi titipan.  

"Siapapun yang minta, baik pejabat, termasuk Pak Kepala Disdik sendiri, saya tidak akan buka. Saya tekanlan, siswa-siswi yang lewat jalur belakang, tidak akan masuk data Dapodik. Kami akan mengunci sistem sesuai kuota yang sudah ditetapkan," tegas Nilam.

Nilam menyarankan kepada semua SMP Negeri di Pekanbaru yang minim siswa, agar melaporkan segera ke pihak BPMP Riau. Ini bertujuan untuk pemerataan sekolah di setiap wilayah. "Laporan yang masuk akan kami tindaklanjuti. Kami siap bersinergi agar pendidikan kita semakin berkualitas," ungkapnya.

Mendengar hal itu, Ketua DPRD Pekanbaru, M Isa Lahamid berharap pertemuan Forum Komite SMP Negeri Pekanbaru ini bisa menghasilkan yang terbaik. Terutama dalam mengakomodir calon siswa-siswi yang masuk sekolah. Karena sudah ada sistem dan jalur yang ditetapkan, maka diminta semua orangtua mengikuti prosedur tersebut.

"Kepada Disdik dan sekolah, kita minta menjalankan penerimaan ini sesuai aturan dan jalur yang ada. Jangan ada permainan apapun," tegas politisi PKS itu.

"DPRD juga meminta agar tidak ada istilah jilid kedua (masuk jalur belakang, red). Karena sudah diwanti-wanti pemerintah, siswa-siswi yang masuk jalur belakang, tidak masuk dalam data Dapodik. Bahkan selesai 3 tahun sekolah, tak dapat ijazah resmi," tambah Isa.

Sementara itu, Plt Kepala Disdik Pekanbaru, Dr Alek Kurniawan, memastikan seluruh lulusan SD/MI sederajat di Kota Pekanbaru, memiliki kesempatan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang SMP pada tahun ajaran baru. Disdik sudah melakukan pemetaan terhadap jumlah lulusan dan daya tampung sekolah yang tersedia.

Tahun ini, tercatat sebanyak 19.200 siswa lulus dari SD/MI sederajat di Kota Pekanbaru. Sementara itu, daya tampung SMP di Kota Pekanbaru mencapai sekitar 13.200 siswa. Selain itu, lebih dari 4.000 siswa diperkirakan melanjutkan pendidikan ke Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) dan sekolah sederajat lainnya.

“Kalau dihitung, masih tersisa sekitar 1.500-an anak. Persepsi kami, jumlah ini bisa saja bersekolah di luar Kota Pekanbaru,” kata Alek.

Berdasarkan data yang sudah dipetakan, seluruh anak di Kota Pekanbaru seharusnya dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang SMP. Namun, ia mengingatkan agar masyarakat tidak terpaku pada sekolah tertentu.

“Dengan data ini, harusnya anak-anak kita bisa bersekolah semuanya. Tapi catatannya, tidak pilih-pilih sekolah,” ucap Alek.

Di sisi lain, Ketua Forum Komite SMP Negeri Pekanbaru, Ir Nofrizal MM menjelaskan, melalui pertemuan ini, komite-komite SMP Negeri di Kota Pekanbaru mendengarkan langsung pemaparan dari Kepala BPMP Riau bagaimana teknis penerimaan siswa baru. Sebab, komite sekolah berharap pada SPMB tahun ini tidak ada lagi diskresi, tidak ada lagi siswa masuk belakang atau SPMB jilid 2.

"Kita ingin penerimaan murid baru tahun ini bisa berjalan sesuai regulasi dan aturan yang telah ditetapkan. Alhamdulillah, BPMB Riau sangat antusias dengan pertemuan ini dan berkomitmen agar SPMB tahun ini berjalan sesuai aturan. Artinya, tidak ada lagi siswa masuk belakang, siswa titipan dan penerimaan jilid 2," tutur Nofrizal.(yan)


[Ikuti Siberone.com Melalui Sosial Media]



Tulis Komentar