Diskusi Budaya Dorong Pelestarian Sastra Lisan Dodoi Anakku Sayang
Selama 4 Bulan, Puluhan Kasus Narkoba Terungkap di Inhil
Diskusi Budaya Dorong Pelestarian Sastra Lisan Dodoi Anakku Sayang
SIBERONE.COM — Tim Pegiat Budaya menggelar diskusi sastra lisan Dodoi Anakku Sayang dengan tema “Pelestarian dan Dokumentasi Sastra Lisan Dodoi Anakku Sayang Masyarakat Melayu Indragiri Hilir”. Kegiatan ini menjadi upaya penting untuk mendokumentasikan salah satu tradisi lisan Melayu yang selama ini hidup di tengah masyarakat, salah satunya di wilayah Concong Luar, Kabupaten Indragiri Hilir.

Dalam diskusi tersebut, para pemateri yang hadir adalah maestro pelantun nyanyian Dodoi Anakku Sayang, yakni Ibu Anita Thorsia, Ibu Suryanti, dan Ibu Maimunah, serta Ketua Penanggung Jawab Program, Redovan Jamil, S.Pd., M.Pd. Mereka membahas peran Dodoi Anakku Sayang sebagai nyanyian pengantar tidur yang tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media pendidikan, doa, spiritualitas, dan pewarisan nilai budaya Melayu.
Tradisi lisan ini dipandang memiliki nilai yang sangat penting karena di setiap baitnya terkandung doa, kasih sayang, dan nasihat yang disampaikan orang tua kepada anak. Dalam masyarakat Melayu Indragiri Hilir, Dodoi Anakku Sayang tidak sekadar dilantunkan untuk menidurkan anak, melainkan juga menjadi sarana membangun kedekatan emosional antara ibu dan anak serta menanamkan nilai moral dan religius sejak usia dini.
Redovan Jamil menjelaskan bahwa program pelestarian ini berawal dari kegelisahan melihat semakin pudarnya perhatian generasi muda terhadap budaya daerah. Menurutnya, dulu anak-anak Melayu dididik melalui syair, pantun, dan nyanyian yang sarat nasihat. Namun, seiring perubahan zaman, para penutur dan pelantun Dodoi Anakku Sayang semakin sulit ditemukan. Karena itu, dokumentasi dan pelestarian dianggap sebagai langkah mendesak agar tradisi ini tidak hilang ditelan arus modernisasi.
Ia juga menyampaikan harapan agar Dodoi Anakku Sayang kelak dapat diusulkan sebagai Warisan Budaya Takbenda, sehingga semakin memperkuat pengakuan terhadap kekayaan budaya masyarakat Melayu Indragiri Hilir.

Sementara itu, Camat Concong, Ahmad Bahrin, S.KM., M.H., memberikan apresiasi kepada Tim Pegiat Budaya yang telah berupaya menjaga warisan sastra lisan daerah. Ia mengaku memiliki kedekatan emosional dengan nyanyian tersebut karena pada masa kecil juga pernah didodoi oleh orang tuanya. Bahkan, ia masih mengingat beberapa bait dan nadanya. Menurutnya, pelestarian seperti ini penting agar budaya daerah tetap hidup dan dikenal oleh generasi berikutnya.
Hal senada disampaikan Lurah Concong Luar, Muchlis, S.E. Ia menyambut baik kegiatan pelestarian sastra lisan tersebut dan berharap nyanyian Dodoi Anakku Sayang terus dilantunkan hingga generasi mendatang. Ia juga menegaskan bahwa di Kecamatan Concong masih banyak tradisi dan sastra lisan lain yang perlu dijaga, seperti tradisi manongkah kerang dan tepung tawar.
Secara ilmiah, Dodoi Anakku Sayang merupakan bagian dari tradisi lisan masyarakat Melayu yang berkembang secara turun-temurun melalui ingatan kolektif. Nyanyian ini memiliki ciri khas berupa irama yang monoton, pengulangan bunyi dan kata, serta struktur teks yang fleksibel sehingga memungkinkan adanya variasi dalam setiap pelantunan. Bahasa yang digunakan pun umumnya berakar pada dialek Melayu setempat, sehingga merepresentasikan identitas lokal masyarakat Melayu.
Selain itu, tradisi ini juga mengandung nilai religiusitas, seperti doa kebaikan bagi anak, zikir, dan pesan-pesan moral keislaman. Dengan demikian, Dodoi Anakku Sayang tidak hanya berfungsi sebagai nyanyian pengantar tidur, tetapi juga sebagai media internalisasi nilai, pembentuk karakter, dan penguat identitas budaya masyarakat Melayu.
Kegiatan diskusi ini menegaskan bahwa pelestarian sastra lisan bukan sekadar menjaga sebuah lagu lama, melainkan merawat ingatan, nilai, dan marwah budaya agar tetap hidup di tengah perubahan zaman. Di tengah derasnya modernisasi, Dodoi Anakku Sayang menjadi pengingat bahwa budaya lokal adalah bagian penting dari jati diri masyarakat yang perlu terus diwariskan.




Berita Lainnya
Anggota DPRD sebut hukuman untuk Ahok hanyalah pemakzulan
KPU minta pelantikan 5 anggota DPR jadi tersangka ditanya ke Jokowi
Meski kewalahan, KPK tetap ladeni praperadilan tersangka korupsi
Ahok pangkas waktu larangan motor lintasi Thamrin-Merdeka Barat
Ahok tantang penolak Pergub iklan rokok ajukan gugatan di PTUN
Kurikulum pendidikan 2013 dinilai aneh dan lucu
Anggota DPRD sebut hukuman untuk Ahok hanyalah pemakzulan
KPU minta pelantikan 5 anggota DPR jadi tersangka ditanya ke Jokowi
Meski kewalahan, KPK tetap ladeni praperadilan tersangka korupsi
Ahok pangkas waktu larangan motor lintasi Thamrin-Merdeka Barat
Ahok tantang penolak Pergub iklan rokok ajukan gugatan di PTUN
Kurikulum pendidikan 2013 dinilai aneh dan lucu