Pesantren Kilat Ramadan TP PKK Inhil Resmi Dimulai, Bupati Herman Ajak Tingkatkan Amaliah


SIBERONE.COM - Meraih keutamaan beribadah di Bulan Suci Ramadan, menjadi alasan Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP. PKK) Indragiri Hilir (Inhil) memprakarsai Pesantren Kilat, yang pada Minggu Pertama digelar di Masjid Agung Al-Huda Tembilahan.

Acara yang berlangsung pada Sabtu (21/2) pagi tepat 3 Ramadan ini, dibuka resmi oleh Bupati Inhil Herman, diawali dengan Salat Dhuha dan Tasbih berjemaah, kemudian penyerahan santunan kepada Yatim/Piatu, Lansia dan Kaum Dhuafa.


Apresiasi disampaikan Bupati Inhil, atas gagasan Pesantren Kilat ini. Herman menilai, acara mesti digalakkan, mengingat ibadah di Bulan Puasa yang mendapat ganjaran pahala berlipat ganda.

"Fadhilah Salat Dhuha ini tak hanya soal rezeki saja, tapi juga berdampak baik bagi kesehatan dan kebugaran tubuh. Begitupula Salat Tasbih, yang sekurang-kurangnya seumur hidup barang sekali kita kerjakan, karena keutamaannya sebagai penggugur dosa," tutur Bupati Inhil.

Oleh sebab itulah, Pesantren Kilat ini menjadi agenda rutin TP. PKK Inhil yang bekerjasama dengan DWP dan GOW, serta difasilitasi Pemkab Inhil.

"Minggu ini kita di Al-Huda, Sabtu Depan kita laksanakan di Masjid Darul Hikmah Batang Tuaka dan selanjutnya di Masjid Jalan Trimas. Kenapa berpindah? Karena kita ingin mengajak lebih banyak masyarakat memanfaatkan Ramadan dengan peningkatan amaliah dan perbaikan kualitas diri, agar Bulan Puasa tak hanya dimaknai sebagai penahan lapar dan haus saja," Ketua TP. PKK Inhil menjelaskan.


Selain Pesantren Kilat, pengoptimalan Bulan Ramadan, juga dilakukan TP. PKK Inhil melalui berbagai kegiatan.

"Kita melaksanakan berbagi takjil tiap Jumat Petang bersama gabungan organisasi wanita di Inhil ; kemudian santunan kepada yatim/piatu, lansia, dan kaum dhuafa yang bersinergi dengan Baznas ; serta adanya Khataman Al Quran," imbuh Katerina Susanti Herman.

Guna menambah wawasan jemaah tentang ajaran Islam, acara ditutup dengan Tausiah oleh Ustadz Effendi LC, yang menjelaskan puasa sebagai pengendali kemaksiatan dan penanaman rasa kepedulian terhadap sesama.


[Ikuti Siberone.com Melalui Sosial Media]



Tulis Komentar