Berikut Sosok Tuan Guru Syekh Abdurrahman Siddiq Seorang Mufti Besar Kerajaan Indragiri


SIBERONE.COM - Masyarakat Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), umumnya dan khususnya para tokoh-tokoh agama, siapa yang tidak kenal dengan tuan guru Syekh Abdurrahman Siddiq yang merupakan seorang mufti besar Kerajaan Indragiri di masa lalu. 

Tuan guru Syekh Abdurrahman Siddiq lahir di Kampung Dalam Pagar, Martapura, Kalimatan Selatan pada Tahun 1867 M (1284H). Ayahnya bernama Muhammad Afif bin Khadi H. Mahmud dan Ibunya bernama Shafura dan beliau merupakan keturunan ulama besar dari Kalimantan bernama Syekh Arsyad Al-Banjari.

Syekh Abdurrahman Siddiq Al-Banjari wafat saat berusia 72 tahun berdasarkan tahun masehi dan berusia 74 tahun dengan tahun hijriah yakni pada 4 Sya'ban 1358 atau 18 September 1939 di Desa Hidayat, Kecamatan Kuala Indragiri.

Dan dijadikan sebuah destinasi wisata religi yang terletak di Kampung Hidayat Sapat, Kecamatan Kuala Indragiri, Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau.

Makam Syekh Abdurrahman Siddiq terdiri dari sebuah jirat dan dua buah batu nisan yang terletak di bagian kaki dan kepala jirat. Makam ini terletak pada sebuah bangunan cungkup yang dibuat pada tahun 2004. 

Nisan makam Syekh Abdurrahman Shiddiq berbentuk balok dengan kepala nisan berbentuk kubah atau kuncup bunga. Nisan ini terbuat dari batu berukuran tinggi 50 cm.

Selain itu, Sebuah Jirat pada makam Syekh Abdurrahman Shiddiq berbentuk persegi panjang bertingkat tiga dengan ukuran tingkat paling bawah panjang 2 m dan lebar 1,7 dan setiap tingkatnya berjarak 0,25 m. Tinggi dari lantai dasar ke jirat paling tinggi sekitar 1,15 m. 

Jirat ini terbuat dari bata berlepa yang dilapisi dengan keramik berwana putih. Jirat ini merupakan bangunan baru yang dibuat bersamaan dengan pembangunan cungkup makam pada tahun 2004. Pada sekeliling jirat diberi pagar berbentuk jeruji besi yang ditutup dengan tirai.

Walaupun desain dari bangunan yang biasa saja dengan dikelilingi kawasan yang relatif sepi, namun, jika kita tahu sejarah dan nama besar dari Syekh Abdurrahman Siddiq al-Banjari, tentunya akan sangat bernilai bisa mengunjungi bukti sejarah ulama besar di Kerajaan Indragiri tersebut.

Makam ini selalu ramai dikunjungi masyarakat dengan berbagai macam maksud dan latar belakang, seperti Ada yang berziarah untuk mendoakan sang tokoh, ada yang meminta berkah sehingga tempat ini dipercaya mampu menjembatani peziarah yang menginginkan sesuatu, dan berziarah untuk melepaskan sebuah nazar.


[Ikuti Siberone.com Melalui Sosial Media]



Tulis Komentar