Lima Hari Berjibaku, PT Guntung Idamannusa Padamkan Kebakaran Lahan Masyarakat di Gaung
GAUNG, INDRAGIRI HILIR — Upaya penanganan kebakaran lahan masyarakat di wilayah Kelompok Tani Sinjai Jaya, Desa Simpang Gaung Kiri-Kiri, Kecamatan Gaung, Kabupaten Indragiri Hilir, mendapat dukungan dari PT Guntung Idamannusa (GIN).
Sejak kebakaran diketahui pada Sabtu, 22 Agustus 2026 sekitar pukul 14.14 WIB, tim PT GIN langsung bergerak melakukan pemadaman. Proses penanganan berlangsung selama lima hari dan api akhirnya berhasil dipadamkan pada Rabu, 26 Agustus 2026 sekitar pukul 16.30 WIB.

Humas PT Guntung Idamannusa, Rudi Candra, mengatakan keterlibatan perusahaan merupakan bentuk kepedulian terhadap kondisi masyarakat sekaligus bagian dari upaya bersama dalam mencegah meluasnya kebakaran lahan.
“Begitu mendapatkan informasi adanya kebakaran, kami langsung melakukan koordinasi dan mengerahkan personel serta peralatan ke lokasi. Penanganan dilakukan secara maksimal agar api tidak semakin meluas,” ujar Rudi Candra.
Dalam upaya pemadaman tersebut, PT GIN mengerahkan 38 personel yang terdiri dari manajemen dan karyawan perusahaan. Tim juga bekerja bersama Azis selaku Ketua Kelompok Tani Sinjai Jaya dalam melakukan penanganan di lapangan.

Untuk mendukung proses pemadaman, dua unit mesin pompa air dikerahkan. Tim juga membawa enam roll selang 2,5 inci, 15 roll selang 2 inci dan enam roll selang 1,5 inci.
Peralatan lainnya yang digunakan meliputi satu nozzle 2 inci, dua nozzle 1,5 inci, satu cabang Y ukuran 2,5 inci x 1,5 inci, satu alat suntik gambut, dua roll selang hisap, satu parang dan enam unit senter kepala.
Rudi menjelaskan, tantangan penanganan kebakaran lahan membutuhkan kesigapan dan pemantauan secara terus-menerus. Karena itu, selain melakukan pemadaman, PT GIN juga memperketat patroli api selama 24 jam.
“Api yang terlihat padam harus tetap dipantau, terutama di area yang berpotensi menyimpan bara atau titik panas. Karena itu patroli dan pemantauan tetap kami lakukan,” jelasnya.
Menurut Rudi, pencegahan kebakaran tidak hanya dilakukan ketika api sudah muncul. Kesadaran masyarakat menjadi faktor penting untuk mencegah terjadinya kebakaran sejak awal.
Ia mengimbau masyarakat dan karyawan agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran serta tidak membuang puntung rokok yang masih menyala secara sembarangan.

“Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan. Jika menemukan titik api atau kondisi yang berpotensi menimbulkan kebakaran, segera laporkan agar dapat ditangani sedini mungkin,” kata Rudi.
Manajemen PT GIN juga telah melakukan dokumentasi terhadap kondisi lokasi dan melaporkan kejadian tersebut kepada pimpinan perusahaan sebagai bagian dari langkah penanganan.
Setelah berjibaku selama lima hari, api di kawasan Kelompok Tani Sinjai Jaya akhirnya berhasil dikendalikan. PT GIN berharap sinergi antara perusahaan, kelompok tani dan masyarakat terus terjalin dalam upaya pencegahan serta penanggulangan kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kecamatan Gaung.


Berita Lainnya
Tewas dengan pedang menusuk mata, ini kata-kata terakhir Arifin
Hadapi gugatan Sutan, KPK akan serahkan bukti pelimpahan kasus
Baru enam hari jadi wanita tertua sejagat, nenek ini meninggal dunia
Banyak warga masih dolbon, renovasi toilet DPRD Banten telan Rp 1 M
Jack Miller, proyek jangka panjang Honda
Dandim Inhil: Tahun 2025 Indonesia Akan Jadi Negara Emas
Tewas dengan pedang menusuk mata, ini kata-kata terakhir Arifin
Hadapi gugatan Sutan, KPK akan serahkan bukti pelimpahan kasus
Baru enam hari jadi wanita tertua sejagat, nenek ini meninggal dunia
Banyak warga masih dolbon, renovasi toilet DPRD Banten telan Rp 1 M
Jack Miller, proyek jangka panjang Honda
Dandim Inhil: Tahun 2025 Indonesia Akan Jadi Negara Emas