Dari Pembangkitan untuk Kebermanfaatan, HPN 2026 Jadi Momentum PLTU Tenayan Kenalkan FABA

Dari Pembangkitan untuk Kebermanfaatan, HPN 2026 Jadi Momentum PLTU Tenayan Kenalkan FABA

SIBERONE.COM – Aktivitas pembangkitan listrik menghasilkan energi yang dibutuhkan masyarakat sekaligus berbagai hasil samping yang perlu dikelola secara tepat. Salah satunya Fly Ash and Bottom Ash (FABA) yang berasal dari proses pembakaran batu bara di pembangkit.

Bagaimana material tersebut dikelola dan dimanfaatkan menjadi bagian dari informasi yang diperkenalkan PLTU Tenayan kepada Puteri Indonesia Riau Prima Yohana, M.Kom dalam kunjungannya, Jumat (21/8/2026).

Kunjungan yang berlangsung dalam rangka Hari Pelanggan Nasional (HPN) 2026 tersebut menjadi kesempatan bagi perusahaan untuk memperlihatkan sisi lain dari aktivitas pembangkitan, khususnya mengenai pengelolaan lingkungan dan optimalisasi hasil samping.

Prima mendapatkan penjelasan mengenai pemanfaatan FABA yang telah dilakukan di lingkungan PLTU Tenayan. Salah satu pemanfaatannya adalah untuk mendukung pembangunan sejumlah jalan di wilayah Ring 1.

Selain untuk kebutuhan infrastruktur, FABA juga telah dimanfaatkan dalam pembuatan kompos dan sejumlah kebutuhan lainnya. Pemanfaatan tersebut menunjukkan adanya potensi dari hasil samping pembangkitan untuk digunakan kembali sesuai peruntukannya.

Manajer Unit Pembangkitan PLTU Tenayan, Khoirul Huda, mengatakan optimalisasi FABA menjadi salah satu bagian dari upaya perusahaan dalam mengelola hasil samping pembangkitan secara bertanggung jawab.

“FABA yang dihasilkan tidak hanya dikelola sebagai hasil samping, tetapi juga telah dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan. Kami berharap pemanfaatannya dapat terus memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan lingkungan di sekitar wilayah operasional,” jelasnya.

Menurutnya, pengelolaan FABA menjadi salah satu aspek yang diperhatikan dalam menjalankan kegiatan pembangkitan. Dengan pemanfaatan yang tepat, material tersebut dapat mendukung kebutuhan tertentu sekaligus menjadi bagian dari upaya perusahaan menerapkan prinsip keberlanjutan.

Penjelasan mengenai FABA juga menjadi bagian dari keterbukaan perusahaan kepada stakeholder. Kunjungan langsung memberikan kesempatan bagi stakeholder untuk melihat bagaimana proses pembangkitan tidak hanya berorientasi pada produksi energi, tetapi juga memperhatikan pengelolaan aspek lingkungan.

Bagi PLTU Tenayan, komunikasi semacam ini penting untuk membangun pemahaman yang utuh mengenai aktivitas pembangkitan. Masyarakat dan stakeholder dapat mengetahui bahwa terdapat berbagai tahapan pengelolaan yang dilakukan setelah proses produksi energi berlangsung.

Momentum HPN 2026 semakin memperkuat kesempatan tersebut. Hari Pelanggan Nasional tidak hanya menjadi pengingat mengenai pentingnya pelayanan kepada pelanggan, tetapi juga menjadi ruang untuk mempererat hubungan dengan stakeholder melalui komunikasi dan edukasi.

Kunjungan Puteri Indonesia Riau diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya memperkenalkan pemanfaatan FABA secara lebih luas. Informasi yang diperoleh secara langsung dapat membantu membuka pemahaman mengenai potensi pemanfaatan hasil samping pembangkitan.

PLTU Tenayan akan terus berupaya menjaga keseimbangan antara keandalan energi, tanggung jawab lingkungan, dan kebermanfaatan bagi masyarakat. Pengelolaan FABA menjadi salah satu contoh bagaimana aktivitas pembangkitan dapat diarahkan untuk memberikan manfaat yang lebih luas.

Melalui semangat HPN 2026, perusahaan terus memperkuat komitmen untuk memberikan pelayanan dan kebermanfaatan secara berkelanjutan.

Karena energi yang dihasilkan bukan hanya tentang listrik yang sampai kepada pelanggan, tetapi juga tentang bagaimana setiap prosesnya memberikan manfaat dan dikelola secara bertanggung jawab.


[Ikuti Siberone.com Melalui Sosial Media]



Tulis Komentar