Monyet Terduga Penyerang Warga Tertangkap, BKSDA Bawa ke Pekanbaru untuk Identifikasi

Kamis, 06 Agustus 2026

Monyet Terduga Penyerang Warga Tertangkap

SIBERONE.COM – Setelah meresahkan warga dan diduga menyerang sedikitnya 18 orang di Kecamatan Tembilahan, seekor kera liar akhirnya berhasil diamankan tim gabungan, Kamis (6/8/2026). Satwa tersebut langsung dibawa Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Riau ke Pekanbaru untuk menjalani proses identifikasi guna memastikan apakah benar merupakan pelaku serangkaian serangan terhadap warga.

Keberhasilan tersebut merupakan hasil operasi terpadu yang melibatkan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Indragiri Hilir, BKSDA Provinsi Riau, TNI, Polri, BPBD, Dinas Pertanian, Dinas Perikanan, para relawan, serta berbagai unsur terkait yang sejak beberapa hari terakhir melakukan pemantauan di lokasi.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Indragiri Hilir, Junaidi Ismail, mengatakan langkah penanganan diawali dengan koordinasi bersama BKSDA Riau sebagai instansi yang memiliki kewenangan menangani satwa liar.

"Setelah koordinasi dengan BKSDA Riau, kami melakukan pemasangan jebakan yang dimodifikasi dari kandang milik Damkar. Sekitar pukul 08.00 WIB jebakan dipasang di Jalan Tampomas, Parit 14, dan sekitar pukul dua WIB seekor kera liar berhasil masuk ke dalam perangkap," ujar Junaidi.

Junaidi menyampaikan, kera yang berhasil diamankan sore itu langsung dibawa ke Pekanbaru untuk menjalani identifikasi oleh BKSDA.

"Namun kami belum bisa memastikan apakah ini benar pelakunya. Hasil identifikasi BKSDA nantinya yang akan memastikan apakah satwa ini merupakan kera yang selama ini menyerang permukiman warga atau bukan. Sementara itu tim gabungan tetap bersiaga di lapangan," katanya.

Junaidi menambahkan, berdasarkan pemantauan di lapangan, populasi kera di kawasan tersebut diperkirakan masih mencapai puluhan ekor. Karena itu, pemerintah belum dapat menyimpulkan apakah hanya satu ekor yang menjadi pelaku maupun asal-usul satwa tersebut, apakah benar-benar satwa liar atau pernah dipelihara masyarakat.

"Masih banyak informasi yang berkembang di masyarakat. Karena itu kami menangani persoalan ini berdasarkan fakta dan hasil verifikasi agar informasi yang disampaikan benar-benar akurat," ujarnya.

Sementara itu, Camat Tembilahan, Ari Syuria, menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel yang terlibat dalam operasi penangkapan tersebut. Menurutnya, keberhasilan mengamankan seekor kera liar merupakan hasil koordinasi dan kerja sama seluruh pihak.

"Alhamdulillah, berkat koordinasi dan kerja sama seluruh unsur, mulai dari BKSDA, Polri, TNI, BPBD, Damkar, Dinas Pertanian, Dinas Perikanan, para relawan hingga tim dari kabupaten dan Provinsi Riau, satu ekor kera liar berhasil diamankan sekitar pukul 14.15 WIB," ujarnya.

Meski demikian, Ari menegaskan pemerintah belum dapat memastikan bahwa satwa yang ditangkap merupakan pelaku utama penyerangan terhadap warga.

"Saat ini BKSDA masih mencocokkan ciri fisik satwa dengan keterangan para korban, saksi, serta pola serangan yang terjadi. Kami mengimbau masyarakat menunggu hasil resmi identifikasi sebelum menarik kesimpulan," katanya.

Berdasarkan keterangan warga, kera yang menyerang memiliki ciri wajah cekung dan diduga sempat terlihat seperti mengenakan bekas ikatan di bagian leher sehingga memunculkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat. Namun pemerintah meminta masyarakat tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi hingga hasil identifikasi resmi dari BKSDA diumumkan.

Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada, tidak mencoba mengejar ataupun menangkap kera secara mandiri karena dapat memicu perilaku yang lebih agresif. Warga diminta segera melapor kepada tim gabungan apabila kembali melihat keberadaan satwa tersebut serta mengaktifkan kembali kegiatan siskamling.

"Kalau melihat keberadaan monyet, segera laporkan kepada petugas. Jangan dikejar karena bisa membuat satwa menjadi lebih agresif dan berpotensi menimbulkan korban baru," ujar Ari.

Hingga kini, tim gabungan masih bersiaga dan terus melakukan pemantauan di sejumlah titik di wilayah Tembilahan. Hasil identifikasi BKSDA di Pekanbaru nantinya akan menjadi dasar bagi pemerintah dalam menentukan langkah penanganan selanjutnya.