
SIBERONE.COM – Upaya meningkatkan kualitas pengasuhan anak usia dini terus diperkuat melalui edukasi kepada orang tua dan pengasuh. Komitmen tersebut diwujudkan PT PLN Nusantara Power UP Tenayan melalui pelatihan parenting bersama orang tua dan pengasuh TPA Biruni sebagai bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR).
Kegiatan ini merupakan dukungan terhadap program TAMASYA atau Taman Asuh Sayang Anak yang diinisiasi Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional guna memastikan anak mendapatkan pengasuhan yang optimal, baik dari aspek kesehatan, perkembangan kognitif, maupun kemampuan sosial.
Dalam pelatihan tersebut, para peserta mendapatkan edukasi seputar pola asuh yang tepat, pemenuhan gizi seimbang, serta pentingnya stimulasi dini pada masa emas pertumbuhan anak. Materi ini diberikan sebagai bekal bagi para orang tua dan pengasuh dalam mendampingi proses tumbuh kembang anak secara lebih terarah.
Kegiatan ini menempatkan keluarga, khususnya ibu, sebagai fondasi utama dalam pembentukan karakter dan kualitas generasi masa depan. Hal ini sejalan dengan semangat peringatan Raden Ajeng Kartini yang menegaskan pentingnya peran perempuan dalam pembangunan bangsa.
Manager PLN NP UP Tenayan, Khoirul Huda mengatakan penguatan kapasitas orang tua merupakan investasi penting bagi pembangunan sumber daya manusia.
“Kami tidak hanya fokus pada aspek kesehatan anak, tetapi juga pada peningkatan kapasitas orang tua, khususnya ibu, sebagai pendidik pertama dan utama. Ini merupakan wujud nyata semangat Kartini dalam konteks masa kini,” ujarnya.
Pengelola TPA Biruni menyambut baik kontribusi yang diberikan PLN NP UP Tenayan. Mereka menilai kegiatan tersebut memberikan manfaat nyata, tidak hanya bagi anak-anak, tetapi juga meningkatkan pengetahuan orang tua dalam mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
Melalui kegiatan ini, PLN NP UP Tenayan menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam pembangunan sumber daya manusia sejak usia dini dengan mengintegrasikan aspek pendidikan keluarga, kesehatan anak, dan pemberdayaan perempuan secara berkelanjutan.