Merawat Nilai Budaya di Area Industri, Srikandi PLN NP UP Tenayan Tampil Anggun Berbusana Kebaya dalam Peringatan Hari Kartini

Ahad, 26 April 2026

Tampil menggunakan kebaya Srikandi PT PLN Nusantara Power UP Tenayan (Humas PLN Tenayan)

 

 

 

PEKANBARU – Nuansa yang berbeda terasa di lingkungan kantor PT PLN Nusantara Power Unit Pembangkitan Tenayan. Dalam rangka mengenang jasa pahlawan emansipasi wanita, R.A. Kartini, seluruh karyawati yang tergabung dalam komunitas Srikandi tampil memukau dengan mengenakan pakaian adat kebaya pada Ahad, 26 April 2026.

 

Penggunaan busana tradisional ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan bentuk penghormatan mendalam terhadap perjuangan Kartini sekaligus upaya nyata untuk menjaga dan meneruskan kekayaan budaya bangsa di tengah suasana industri energi yang modern dan dinamis.

 

Meski berprofesi di sektor pembangkitan listrik yang identik dengan keteknisian dan kedisiplinan yang tinggi, para wanita tangguh ini tetap mampu menampilkan sisi anggun dan identitas kearifan lokal. Penampilan mereka berhasil menciptakan keseimbangan yang indah antara nilai-nilai tradisi dengan standar profesionalisme kerja yang tinggi.

 

Peringatan ini juga dimaksudkan untuk membangkitkan kembali semangat juang Kartini di kalangan insan wanita, yaitu semangat untuk terus berkarya, berinovasi, dan membuktikan bahwa wanita memiliki peran yang sangat vital dan setara dalam mendukung ketahanan energi nasional.

 

Manager UP Tenayan, Bapak Khoirul Huda, menyampaikan apresiasi yang tinggi atas antusiasme dan kreativitas yang ditunjukkan oleh para Srikandi dalam memperingati momen bersejarah tersebut.

 

"Momentum Hari Kartini dengan berpakaian kebaya ini menjadi bukti nyata bahwa rekan-rekan wanita kami tidak hanya handal dan profesional dalam bekerja, tetapi juga sangat menjunjung tinggi identitas budaya bangsa. Kami sangat bangga memiliki putri-putri terbaik yang menjadi aset berharga bagi operasional perusahaan," ujar Bapak Khoirul Huda.

 

Sementara itu, salah satu perwakilan Srikandi mengaku merasa bangga dan tersentuh bisa mengenakan kebaya. "Busana ini mengingatkan kami bahwa sebagai wanita masa kini, kami memiliki kemampuan untuk berkarya di berbagai bidang tanpa harus kehilangan jati diri dan semangat perjuangan yang ditinggalkan oleh Ibu Kartini," tuturnya.