Melestarikan Warisan Budaya di Area Pembangkit, Srikandi PLN NP UP Tenayan Tampil Elegan Berbusana Kebaya dalam Peringatan Hari Kartini

Sabtu, 25 April 2026

Srikandi PLN tenayan tampil mengenakan kebaya (Humas PLN Tenayan)

 

 

 

 

PEKANBARU – Nuansa yang berbeda terasa di lingkungan kerja PT PLN Nusantara Power Unit Pembangkitan Tenayan. Dalam rangka mengenang jasa R.A. Kartini, seluruh karyawati yang tergabung dalam organisasi Srikandi tampil memukau dengan berpakaian adat kebaya pada Jumat, 25 April 2026.

 

Penggunaan busana tradisional ini bukan sekadar seremoni rutin, melainkan bentuk penghormatan mendalam terhadap perjuangan pahlawan emansipasi wanita sekaligus upaya nyata menjaga dan meneruskan kekayaan budaya bangsa di tengah lingkungan industri yang serba modern.

 

Meski berprofesi di sektor kelistrikan yang identik dengan keteknisian dan kedisiplinan yang tinggi, para wanita tangguh ini tetap mampu menampilkan sisi anggun dan kearifan lokalokall. Penampilan mereka berhasil menciptakan keseimbangan yang indah antara nilai-nilai tradisi dengan standar profesionalisme kerja yang tinggi.

 

Kegiatan ini juga dimaksudkan untuk membangkitkan kembali semangat juang Kartini di kalangan insan wanita, yaitu semangat untuk terus berkarya, berinovasi, dan membuktikan bahwa wanita memiliki peran yang sangat vital dan setara dalam memajukan perusahaan serta mendukung ketahanan energi nasional.

 

Manager UP Tenayan, Bapak Khoirul Huda, menyampaikan apresiasi yang tinggi atas antusiasme dan kreativitas yang ditunjukkan oleh para Srikandi dalam memperingati momen bersejarah tersebut.

 

"Peringatan Hari Kartini dengan berpakaian kebaya ini menjadi bukti nyata bahwa rekan-rekan wanita kami tidak hanya handal dan profesional dalam bekerja, tetapi juga sangat menjunjung tinggi identitas budaya bangsa. Kami sangat bangga memiliki putri-putri terbaik yang menjadi aset berharga bagi operasional perusahaan," ujar Bapak Khoirul Huda.

 

Sementara itu, salah satu perwakilan Srikandi mengaku merasa bangga dan tersentuh bisa mengenakan kebaya. "Busana ini mengingatkan kami bahwa sebagai wanita masa kini, kami memiliki kemampuan untuk berkarya di berbagai bidang tanpa harus kehilangan jati diri dan semangat perjuangan yang ditinggalkan oleh Ibu Kartini," tuturnya.