Srikandi PLN NP UP Tenayan Tampil Anggun Berkebaya di Hari Kartini, Sembari Lestarikan Budaya di Lingkungan Pembangkit

Jumat, 24 April 2026

Para insan pekerja wanita yang tergabung dalam komunitas Srikandi tampil memukau dengan berpakaian adat kebaya. (Humas PLN Tenayan)

 

 

PEKANBARU – Nuansa khas terasa menghiasi lingkungan kerja PT PLN Nusantara Power Unit Pembangkitan (UP) Tenayan. Dalam rangka mengenang jasa pahlawan wanita R.A. Kartini yang diperingati setiap tanggal 21 April, para insan pekerja wanita yang tergabung dalam komunitas Srikandi tampil memukau dengan berpakaian adat kebaya, Jum’at (24 April 2026).

 

Penggunaan busana tradisional ini bukan sekadar perayaan seremonial semata, melainkan bentuk penghargaan mendalam terhadap perjuangan emansipasi wanita sekaligus upaya nyata menjaga kelestarian budaya bangsa di tengah industri energi yang serba modern dan dinamis.

 

Walaupun berprofesi di sektor teknis kelistrikan yang identik dengan ketelitian dan kedisiplinan tinggi, para Srikandi tetap mampu menampilkan sisi feminin serta jati diri asli sebagai wanita Indonesia. Penampilan elegan mereka berhasil menciptakan keseimbangan indah antara nilai-nilai tradisi dengan standar profesionalisme kerja yang modern.

 

Kegiatan ini juga dimaksudkan untuk membangkitkan kembali semangat Kartini dalam setiap individu, yaitu semangat kemajuan, kreativitas, dan pembuktian bahwa wanita memiliki peran strategis dan setara dalam menjamin keandalan pasokan energi nasional.

 

Manager UP Tenayan, Khoirul Huda, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas antusiasme dan kreativitas yang ditunjukkan oleh para Srikandi dalam momen bersejarah tersebut.

 

"Peringatan Hari Kartini dengan busana kebaya ini menjadi simbol nyata bahwa wanita di unit pembangkitan kami tidak hanya tangguh dan andal dalam bekerja, tetapi juga tetap mencintai dan melestarikan budaya leluhur. Kami sangat bangga memiliki Srikandi-srikandi hebat yang turut andil dalam kemajuan perusahaan," ujar Khoirul Huda.

 

Sementara itu, salah satu perwakilan Srikandi mengungkapkan rasa bangganya bisa mengenakan kebaya. "Busana ini mengingatkan kami bahwa sebagai wanita masa kini, kami memiliki kekuatan besar untuk berkarya dan berkontribusi di berbagai bidang tanpa harus meninggalkan identitas dan semangat perjuangan yang ditinggalkan oleh Ibu Kartini," pungkasnya.