Berjaya di Kejuaraan Pencak Silat Riau Championship IV 2026, Siswa SMPN 28 Pekanbaru Raih Medali Emas dan Perak

Rabu, 04 Februari 2026

Atlet muda SMPN 28 Pekanbaru, Bima Sakti Dwi Kurniawan dan Keisya Kirana Paramitha.

SIBERONE.COM - Prestasi membanggakan berhasil diukir dua siswa SMPN 28 Pekanbaru. Tampil pada pada ajang bergengsi, yakni Kejuaraan Pencak Silat Riau Championship IV 2026 pada 24 Januari di Hall A Sport Center Rumbai, atlet muda SMPN 28 Pekanbaru ini menunjukkan kemampuan terbaiknya saat berhadapan dengan 600 pesilat-pesilat tangguh dari berbagai kabupaten/kota di Provinsi Riau.

Dalam kejuaraan tersebut, siswa kelas VII SMPN 28 Pekanbaru, Bima Sakti Dwi Kurniawan turun di kelas 33-36 Kg tingkat Pra Remaja. Dengan semangat juang dan keberaniannya, Bima berhasil meraih medali perak setelah melalui pertandingan yang ketat. Prestasi itu tentu menjadi kebanggaan dan pengalaman berharga baginya di kejuaraan berikutnya.

Prestasi serupa juga ditorehkan Keisya Kirana Paramitha, siswa kelas IX SMPN 28 Pekanbaru. Bertarung di kelas kelas 43-47 kg tingkat Remaja, Keisya berhasil meraih medali emas. Keberhasilan itu semakin melengkapi kebahagian SMPN 28 Pekanbaru yang semakin berjaya di Kejuaraan Pencak Silat Riau Championship IV 2026.

Kepala SMPN 28 Pekanbaru, Wiedyawati SPd MM mengungkapkan rasa syuku dan kebanggaannya atas pencapaian gemilang yang diraih oleh para siswa dan siswi sekolah SMPN 28 Pekanbaru. Keberhasilan para atlet muda SMPN 28 Pekanbaru ini tidak terlepas dari latihan yang disiplin, kerja keras yang konsisten serta bimbingan para pelatih yang senantiasa mendampingi proses persiapan hingga pertandingan berlangsung. 

"Alhamdulillah, keberhasilan ini menjadi bukti nyata hasil kerja keras para siswa yang rutin berlatih pada ekskul silat di sekolah. Kami selalu mendorong siswa untuk berprestasi dan berusaha semaksimal mungkin. Raih prestasi gemilang bukanlah hal yang mudah, tetapi dengan kerja keras dan dedikasi, semua bisa tercapai," ucap Wiedya didampingi Pembina Ekskul Silat SMPN 28 Pekanbaru, Dra Marini saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (4/2/2026).

Wiedya menegaskan, dengan pencapaian gemilang yang terus diukir siswa SMPN 28 Pekanbaru, sekolah ini semakin dikenal sebagai lembaga pendidikan unggulan yang mampu menghasilkan generasi penerus bangsa yang berkualitas.

"Kami berkomitmen untuk terus memberikan pendidikan terbaik kepada para siswa kami. Raih prestasi gemilang bukanlah tujuan akhir, tetapi sebagai motivasi untuk terus berkembang dan memberikan yang terbaik," tutur Wiedya yang berharap prestasi yang diraih para siswa itu mampu memotivasi siswa lain untuk terus semangat belajar dan memaksimalkan potensi yang ada hingga mampu meraih prestasi tak kalah cemerlang.

Sementara itu, Bima mengaku senang bisa mengukir prestasi yang membanggakan serta mengharumkan nama sekolah. Apalagi, ia baru menekuni olahraga silat setelah bergabung di ekskul silat sekolah.

"Bangga yang pastinya. Ini menjadi pencapaian terbaik kami setelah pada kejuaraan sebelumnya hanya berhasil meraih medali perunggu. Dukungan dari keluarga dan sekolah juga menjadi penyemangat tersendiri bagi kami untuk memberikan penampilan terbaik," kata Bima.

Diakui Bima, dari yang awalnya hanya iseng ingin mengetahui apa itu olahraga silat, setelah rutin berlatih, ia justru merasa semakin kerasan untuk menekuni olahraga beladiri itu. Bahkan, setelah mendapat dukungan dan restu dari orang tua, ia bergabung ke perguruan Tri Sukma Indonesia untuk semakin memperdalam ilmu silat.

"Target selanjutnya medali emas. Insya Allah, saya akan turun pada ivent Riau Nations Series April mendatang," ucapnya dengan nada optimis.

Di sisi lain, Keisya sang peraih medali emas merasa terharu atas pencapaian yang diraih. Ia menilai keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja keras, disiplin latihan serta dukungan dan doa dari keluarga dan pihak sekolah.

"Prestasi dan medali emas ini menjadi titik awal untuk saya terus rutin berlatih dan mampu bersaing di level yang lebih tinggi, baik regional maupun nasional," tutur Keisya.(yan)